CahayaSiang.com, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja penting ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya pada Minggu, 3 Mei 2026. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan siap menyambut generasi penerus bangsa pada tahun ajaran baru mendatang, sekaligus menyampaikan pesan mendalam tentang misi kemanusiaan di balik proyek pendidikan ini.
Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah yang dirancang untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang inklusif dan suportif, menjangkau mereka yang paling membutuhkan sentuhan pendidikan berkualitas.
Proyek di Surabaya ini berdiri megah di atas lahan seluas 66.143 meter persegi, sebuah area yang cukup luas untuk menampung fasilitas pendidikan terpadu. Saat ini, pembangunan fisiknya telah mencapai 56 persen, sebuah capaian signifikan mengingat sisa waktu pengerjaan yang tinggal sekitar 47 hari kerja. Ratusan tenaga kerja, tepatnya 789 orang, bahu-membahu memastikan setiap detail konstruksi terpenuhi.
Gus Ipul mengungkapkan optimisme terhadap kemajuan proyek Sekolah Rakyat secara nasional. Dari total 97 titik pembangunan di seluruh Indonesia, ia menyebutkan bahwa 67 di antaranya diperkirakan akan rampung tepat waktu. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah.
Meski demikian, tidak semua titik berjalan mulus tanpa hambatan. Gus Ipul menjelaskan bahwa beberapa lokasi masih menghadapi kendala, mulai dari persoalan administrasi yang memerlukan penyelesaian ‘clear and clean’ hingga tantangan geografis yang cukup signifikan di sejumlah wilayah. Namun, ia menegaskan bahwa bangunan yang sudah berdiri akan tetap dimanfaatkan secara fungsional, sembari proses penyelesaian tahap akhir terus dikebut.
Jawa Timur menonjol sebagai salah satu provinsi dengan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Gus Ipul secara khusus menyoroti peran penting wilayah ini dalam program tersebut. Saat ini, 26 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di Jatim, dan akan diikuti dengan pembangunan 18 lokasi permanen yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten.
Pada tahap pembangunan yang sedang berjalan, lima lokasi di Jawa Timur menjadi prioritas utama. Selain Surabaya, empat kota dan kabupaten lainnya yang sedang digenjot pengerjaannya adalah Gresik, Tuban, Jombang, dan Sampang. Pemilihan lokasi-lokasi ini didasarkan pada kebutuhan mendesak akan fasilitas pendidikan yang inklusif, terutama bagi komunitas yang secara ekonomi rentan.
Konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menyeluruh. Fasilitas yang disiapkan mencakup gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri untuk mengakomodasi siswa dari wilayah terpencil, asrama guru, fasilitas ibadah, lapangan olahraga yang representatif, hingga ruang terbuka hijau yang mendukung aktivitas rekreatif dan pembelajaran di luar kelas. Sekolah ini ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa, memberikan kesempatan emas bagi ribuan anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
"Gedung ini nanti bisa menampung seribu siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA," jelas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa fasilitas pendukung seperti perpustakaan yang lengkap, asrama yang nyaman, laboratorium untuk praktik, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta beragam fasilitas ekstrakurikuler lainnya juga akan tersedia. Kelengkapan fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang holistik, mendukung perkembangan akademik, fisik, dan sosial siswa.
Salah satu aspek paling revolusioner dari Sekolah Rakyat adalah pendekatannya yang berbeda dalam penerimaan siswa. Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang membuka pendaftaran, Sekolah Rakyat menerapkan sistem penjangkauan langsung. Proses ini didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) untuk anak-anak dari keluarga di Desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan ekstrem.
"Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau," tegas Gus Ipul. Prioritas penjangkauan diberikan kepada anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, atau mereka yang berpotensi putus sekolah. Pendekatan proaktif ini memastikan bahwa mereka yang paling rentan dan sering terpinggirkan dari sistem pendidikan formal mendapatkan kesempatan untuk kembali belajar dan meraih pendidikan yang layak.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses pengadaan perlengkapan siswa, termasuk sepatu. Ia secara tegas melarang segala bentuk lobi, titipan, rekayasa, atau penyimpangan dalam proses pengadaan tersebut. Integritas menjadi landasan utama untuk memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan berkualitas.
Menteri Sosial turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi jalannya proyek dan proses pengadaan. Keterlibatan publik diharapkan dapat menjaga agar seluruh tahapan berjalan bersih, sesuai ketentuan, dan bebas dari praktik korupsi, sehingga tujuan mulia Sekolah Rakyat dapat tercapai sepenuhnya tanpa cela.
Pada akhir kunjungannya, Gus Ipul menyempatkan diri menuliskan pesan pada sebuah plakat testimoni di lokasi pembangunan. Pesan yang terukir itu berbunyi: "Sekolah ini tidak hanya dibangun dari batu dan semen tetapi dengan harapan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk tumbuh setara." Kalimat ini mengandung makna mendalam, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol harapan dan jembatan menuju kesetaraan.
Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa esensi dari Sekolah Rakyat adalah upaya sistematis untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Ini adalah investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia, demi menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berdaya.
Dalam peninjauan ini, Gus Ipul didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurrohman Taufik, serta Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan.
Turut hadir pula Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum I Gusti Agung Ariwibawa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis II Kementerian PU Akhbar Ansyari, Kepala Proyek PT Waskita Raya KSO Taufik Rahmawan, Kepala Seksi Administrasi Hari Soekarno, Kepala Seksi Teknis Bachtiar Muhamad Iqbal, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Amirudin, dan perwakilan Dinas Sosial Kota Surabaya Buyung Hidayat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dalam mewujudkan impian Sekolah Rakyat.
Sumber: news.detik.com